Rambut Rontok dan Kebotakan pada Wanita
Tidak hanya pria, tetapi wanita juga mengalami rambut rontok (alopecia) . Pada kasus-kasus tertentu, rambut rontok pada wanita dapat dirawat dengan efektif. Apabila anda seorang wanita dan mengalami kerontokan rambut, anda tidak sendiri…..
Ciri-ciri “rambut rontok” pada wanita sbb:
- Anda dikejutkan oleh kerontokan rambut yang cukup banyak dan secara tiba-tiba.
- Anda tidak mengetahui mengapa hal ini terjadi, karena sebab musabab rambut rontok pada wanita tidak mudah untuk diketahui.
Tidak seperti pria yang bisa mengalami rambut rontok pada umur 20 tahunan, wanita mengalami kerontokan rambut biasanya pada umur 50 tahun atau lebih. Bisa saja anda tidak mempunyai keturunan rontok rambut dari ayah/ibu atau kakek/nenek.
Wanita yang mengalami awal rambut rontok biasanya tidak mengetahui apakah kerontokan rambut tersebut temporer atau permanen – sebagai contoh; kadang kala kehamilan atau sakit menyebabkan terjadinya rambut rontok.
Diagnosis rambut rontok pada wanita harus hati-hati, karena penyebabnya sangat bervariasi. Maka itu, ada baiknya untuk meminta nasihat dari ahli rambut atau dermatologist.
Seperti halnya pria, wanita juga mengalami androgenic alopecia – yang disebabkan oleh keturunan; efek dari androgens (hormon lelaki) yang diperlihatkan pada mengecilnya folikel rambut (hair follicle). Meskipun demikian, wanita yang mengalami androgenic alopecia sangat jarang mengalami kebotakan total seperti halnya pria.
Bentuk kebotakan pada wanita bisa dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
- Penipisan rambut disekitar kepala, terutama di kepala belakang.
- Penipisan rambut disekitar kepala, terutama di bagian muka, tetapi tidak di hair line muka (frontal hairline).
- Penipisan rambut disekitar kepala, dengan penampakan yang jelas dihair line muka dan kadang sampai pada frontal hairline.
Penipisan rambut pada wanita tidak seperti pria yang mana semua folikel rambut tumbuh menjadi kecil-kecil, pada wanita terjadi dengan bervariasi.

Bisa juga karena kasus post- menopause, terjadi penipisan pada folikel rambut wanita, dan hal ini lain dengan kasus androgenic alopecia. Untuk mengetahui hal ini lebih lanjut, tentunya harus dibawa ke ahli rambut / dermatologist.
Beberapa kasus terjadi pada umur lebih muda, bahkan pada umur 20 tahun (atau pada umur puber). Apabila tidak diberikan perawatan, akan memberikan dampak yang tidak baik pada waktu dewasa.
Beberapa sebab rontok rambut pada wanita yang TIDAK DISEBABKAN OLEH Androgenic Allopecia adalah sbb:
Trichotillomania – disebabkan oleh kebiasaan buruk menarik rambut sendiri. Bentuk dari rambut rontok ini biasanya tidak merata, sesuai dengan bagian rambut yang sering ditarik. Hal ini tentunya tidak dapat diberikan perawatan sebelum diberikan perawatan emosional (kejiwaan).
Alopecia areata - disebabkan karena auto-immune disorder. Penipisan rambut biasanya tidak merata (patchy).
Triangular alopecia – rambut rontok terjadi pada tempat-tempat yang temporer dan kadang terjadi pada masa kanak kanak. Tipe kerontokan rambut bisa menyeluruh, atau sebagian saja. Penyebab kerontokan kurang diketahui.
Telogen effluvium – rambut rontok yang disebabkan oleh hormone, obat-obatan, stress. Kadang disebut juga “Loose anagen syndrome” yaitu rambut rontok disebabkan penipisan rambut pada folikel, dan rambut sangat mudah lepas disebabkan karena disisir. Kondisi ini dapat juga terjadi pada masa kanak-kanak.

